Sinergi Bisnis Tukang Jamu dan Tukang Bakso
Well, setelah nulis tentang Bisnis Grontol Jagung dan Jejaring Bisnis Makanan di sekitar Kampus IPB, kini saya akan sedikit menceritakan pengalaman terkait hubungan antara bisnis tukang jamu gendong dengan tukang bakso.
Di lingkungan saya, hubungan antara tukang jamu gendong dengan tukang bakso, biasanya, merupakan hubungan yang intim. Sekali lagi, hubungan yang sangat intim. Ya iyalah, karena kebanyakan status mereka adalah suami dan istri
. Jadi gini ceritanya… seperti sudah diketahui, tukang bakso adalah bermacam-macam asalnya, ada yang dari Malang, Wonogiri, Solo (pinggiran) dan lain sebagainya. Khusus yang sekarang terkait dengan tukang bakso van Wonogiri.
Hampir tiap pagi, tukang jamu langganan kami datang ke rumah. Dia tak hanya membawa dagangan berupa jamu. Namun juga dagangan lain, yaitu bakso daging. Usut punya usut, ternyata bakso tersebut adalah bikinan sendiri. Karena si tukang jamu gendong ini berasal dari Wonogiri, saya jadi berasumsi (demikian) bahwa bakso ini satu paket pembuatannya dengan bakso untuk mie bakso gerobakan yang biasa dibawa oleh tukang bakso gerobakan.
Sinergi yang bagus sekali menurut saya
. Hanya saja, yang demikian ini setahu saya tidak berlaku sebaliknya. Maksud saya, belum pernah saya ketahui tukang bakso gerobakan membawa serta dagangan istrinya yang berupa jamu

coba diriset dulu mas, siapa tahu ada gunanya
yak betul fi, di kompleks perumahanku, tukang bakso dan tukang jamu gendong memang biasanya suami-istri..
*komengapenting*