Beberapa hari menjelang libur lebaran kemarin, ibuku disibukkan dengan sertifikasi guru. Yup, my mom is a teacher. Hmm, meski yang disertifikasi cuman dalam bentuk berkas-berkas doank, tapi sibuknya itu lho … dan aku hanya bisa membayangkan, karena aku gak ada di rumah. Alhamdulillah ada kakak sepupuku yang ngebantu ibuku. Gimana sih ribetnya?
Gak tau, soalnya denger2 dari ibuku (pas aku pulang kemarin), beliau sampai hunting sertifikat dsb ke kantor beliau yang lama di Kalteng. Hmm, fyi …. sertifikasi dikenakan bagi guru yang strata pendidikannya adalah S1, sedangkan D3 dan ke bawah nggak perlu sertifikasi (gak tau kenapa alesannya). Demikian yang kudengar dari bapak yang jadi tempat mampir waktu mudik kemarin serta ibuku sendiri. Adapun yang strata pendidikannya pasca sarjana gak aku ketahui perlu sertifikasi atau gak. Afaik, jarang-jarang guru (apalagi SD) yang mendidikannya master, apalagi doktor
.
Hmm, dari sekian banyak guru yang harus disertifikasi … ternyata yang lolos (alias berkualitas menurut tim penilai) cuman beberapa. Dari ratusan, yang lolos cuman puluhan aja. Itu kejadian di daerah Batang, Jateng (lagi2 tempat mampir mudik kemarin
). Sampai-sampai seorang kawan ibuku lebih memilih ‘mbayar’ (untungnya gak ada pilihan sogok menyogok). Apa jadinya Indonesia kalo guru aja tukang sogok?
Hmm, lantas gimana kalo banyak guru yang gak lolos. Ibuku bilang, yang gak lolos itu harus sekolah lagi. Bukan sekolah yang bergelar (kuliah), tapi cuman semacam penyetaraan mungkin, ya kayak kursus gitu kali. Ibuku sih seneng2 aja
, ke Malang soalnya tempat sekolahnya itu. Dengan semakin bertambah dewasa anak-anaknya (alias sudah pada nge-kost dan masuk ke asrama), beliau jadi agak nganggur gitu dech ….
Cuman aku mikirnya gini, kalo banyak guru yang gak lolos, terus pada sekolah (yang sekolah itu dipusatkan dan terjadwal), kayaknya bakal banyak sekolah yang kekurangan guru … banyak liburnya donk tu sekolah
. Padahal kan tujuan sertifikasi (mungkin ini) biar pendidikan Indonesia makin maju
. Gimana bisa maju kalo banyak liburnya. Mungkin murid2 disuruh belajar sendiri via e-learning kali
.
O iya, dari tadi ngalor ngidul gak jelas dan belum ngomongin efek samping sertifikasi. Imbal balik dari sertifikasi ini (bagi yang lolos) adalah tambahan tunjangan sebesar 1,5 juta. Bayangin kalo satuannya dolar amrik
.
Luthfi General diknas, sertifikasi guru