Archive

Posts Tagged ‘diknas’

Panduan-Tips-Trik Lulus Ujian CPNS 2009 dengan Jujur tanpa KKN

July 30th, 2009

Lulus ujian cpns 2009, departemen keuangan, departemen luar negeri, departemen perindustrian, departemen pertanian, departemen kelautan dan perikanan, serta departemen-departemen lainnya. How to?

Silakan buka halaman INI DAN ITU. Baca pelan-pelan, renungkan, laksanakan. Bukti konkrit: peserta ujian cpns dkp tahun 2008 lalu LULUS ;-)

Luthfi General , , , , , , , , , , , , ,

Sertifikasi Guru (part 4) – selesai

July 9th, 2009
Comments Off

Tulisan sebelumnya ini, itu dan inu.

Cerita singkatnya, semua guru minimal lulusan S1 harus ikut yang namanya sertifikasi. Untuk guru di bawah Dept. Agama, pelaksanaan sertifikasi dilakukan oleh depag (tentu saja kerjasama dengan universitas). Ibu saya ikut sertifikasi dan tidak lolos (salah satunya, karena beberapa sertifikat dari kantor lama tidak ikut ke Jawa). Karena tidak lolos, akhirnya ibu saya ikutan diklat di Malang.

Selesai diklat, ibu saya dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat. Nunggu lama sekali, tunjangan sertifikasi tidak turun-turun. Ditambah pula, ibu saya pindah tugas dari MTs ke MI, sehingga sertifikasi yang dilakukan (sebagai guru MTs) sepertinya perlu penyesuaian. Singkat cerita, banyak masalah terkait sertifikasi ini.

Ketika hampir tiba saat pencairan, timbul masalah lain (yang simpel sebenarnya), perbedaan nama di rekening dengan SK menyebabkan tunjangan sertifikasi belum bisa cair. Namun alhamdulillah, dengan sedikit perubahan akhirnya tunjangan tersebut bisa cair. Makan2â„¢ ;-)

Luthfi General , , ,

Sertifikasi Guru (3)

December 17th, 2007

Mulai hari Senin (10/12/2007) yang lalu, ibu saya mengikuti diklat di UIN Malang dalam rangka mendongkrak nilai berkaitan dengan sertifikasi guru. Hal-hal yang menjadi agak penting (IMHO):

1. Sertifikasi dilakukan secara bertahap, antri. Daftar, dipanggil, menyerahkan berkas/dokumen. Biasanya semakin sering seorang guru ikut suatu kegiatan (seminar, pelatihan, dll) yang ada sertifikatnya, gampang lulusnya. Kalo gak lulus, lalu ikut diklat. Diklatnya pun dilaksanakan secara bertahap. Ibu saya -qodarallah- gak lulus, jadi ikut diklat.

2. Diklat rencananya dilaksanakan dari tanggal (Senin-Ahad) 10-16 Desember 2007. Kenyataannya hari Sabtu siang kemarin sudah penutupan. Wajar, mana ada PNS kerja di hari Ahad, apalagi dosen … hihihi.

3. Bau-baunya sih (kata ibu saya) semua peserta lulus … soalnya panitia bilang (saat acara penutupan), walaupun secara tersirat.

Demikian.

ps: Penilaian sertifikasi berdasarkan dokumen (AFAIK), semakin banyak sertifikat yang dimiliki, semakin besar peluang guru untuk lolos sertifikasi. Beberapa kejadian yang terkait dengan hal ini (yang saya ketahui): guru2 baru rata2 tidak lolos sertifikasi, sertifikat dibuang (merasa gak penting) akhirnya gak lulus sertifikasi, surat keterangan dari kantor yang lama gak nongol2 sehingga dokumennya kurang dan gak lulus (kasus ibu saya).

Luthfi General ,

Sertifikasi Guru (2)

November 29th, 2007

Lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Habis sholat maghrib tadi saya menerima sms dari ibu saya berkaitan dengan sertifikasi guru. Ternyata beliau tidak lolos dan harus ikut diklat ke Malang dari tanggal 10-16 Desember 2007 yang akan datang. Nilai yang diperoleh beliau yaitu 795 (kurang 55 poin dari standar 850).

Ternyata berbagai kegiatan yang ibu saya lakukan di kantornya yang lama (jadi dosen) belum masuk ke nilai tersebut. Seandainya (kata ibu saya) kegiatan tersebut masuk, nilainya sudah di atas standar.

Ya ya ya … selamat jalan-jalan ke Malang Mom :-)

Link-link terkait:
Website sertifikasi Guru dan komentar Pak Guru Urip tentang situs tersebut
Sertifikasi guru, perlu atau tidak
Sertifikasi Guru dan dosen
Seragam tidaknya sertifikasi guru

ps: akhirnya, blog ini terapdet juga :P

Luthfi General ,

Sertifikasi Guru

October 22nd, 2007

Beberapa hari menjelang libur lebaran kemarin, ibuku disibukkan dengan sertifikasi guru. Yup, my mom is a teacher. Hmm, meski yang disertifikasi cuman dalam bentuk berkas-berkas doank, tapi sibuknya itu lho … dan aku hanya bisa membayangkan, karena aku gak ada di rumah. Alhamdulillah ada kakak sepupuku yang ngebantu ibuku. Gimana sih ribetnya?

Gak tau, soalnya denger2 dari ibuku (pas aku pulang kemarin), beliau sampai hunting sertifikat dsb ke kantor beliau yang lama di Kalteng. Hmm, fyi …. sertifikasi dikenakan bagi guru yang strata pendidikannya adalah S1, sedangkan D3 dan ke bawah nggak perlu sertifikasi (gak tau kenapa alesannya). Demikian yang kudengar dari bapak yang jadi tempat mampir waktu mudik kemarin serta ibuku sendiri. Adapun yang strata pendidikannya pasca sarjana gak aku ketahui perlu sertifikasi atau gak. Afaik, jarang-jarang guru (apalagi SD) yang mendidikannya master, apalagi doktor :P .

Hmm, dari sekian banyak guru yang harus disertifikasi … ternyata yang lolos (alias berkualitas menurut tim penilai) cuman beberapa. Dari ratusan, yang lolos cuman puluhan aja. Itu kejadian di daerah Batang, Jateng (lagi2 tempat mampir mudik kemarin :P ). Sampai-sampai seorang kawan ibuku lebih memilih ‘mbayar’ (untungnya gak ada pilihan sogok menyogok). Apa jadinya Indonesia kalo guru aja tukang sogok?

Hmm, lantas gimana kalo banyak guru yang gak lolos. Ibuku bilang, yang gak lolos itu harus sekolah lagi. Bukan sekolah yang bergelar (kuliah), tapi cuman semacam penyetaraan mungkin, ya kayak kursus gitu kali. Ibuku sih seneng2 aja :P , ke Malang soalnya tempat sekolahnya itu. Dengan semakin bertambah dewasa anak-anaknya (alias sudah pada nge-kost dan masuk ke asrama), beliau jadi agak nganggur gitu dech ….

Cuman aku mikirnya gini, kalo banyak guru yang gak lolos, terus pada sekolah (yang sekolah itu dipusatkan dan terjadwal), kayaknya bakal banyak sekolah yang kekurangan guru … banyak liburnya donk tu sekolah :P . Padahal kan tujuan sertifikasi (mungkin ini) biar pendidikan Indonesia makin maju :-) . Gimana bisa maju kalo banyak liburnya. Mungkin murid2 disuruh belajar sendiri via e-learning kali :P .

O iya, dari tadi ngalor ngidul gak jelas dan belum ngomongin efek samping sertifikasi. Imbal balik dari sertifikasi ini (bagi yang lolos) adalah tambahan tunjangan sebesar 1,5 juta. Bayangin kalo satuannya dolar amrik :P .

Luthfi General ,